Opening book details…
Can I read WTO dan Penjajahan Kembali Dunia Ketiga on EtoBox?
WTO dan Penjajahan Kembali Dunia Ketiga by Hira Jhamtani; Roem Topatimasang is a nonfiction available to read on EtoBox.
What is WTO dan Penjajahan Kembali Dunia Ketiga about?
Mengapa WTO menuai banyak unjuk rasa dan protes? Buku ini memberikan informasi tentang WTO dan dampaknya bagi dunia ketiga. Setiap warga dunia berhak mengetahui kesepakatan di tingkat global yang dibuat atas nama mereka oleh para petinggi negara. Ternyata kesepakatan perdagangan internasional bukanlah kompromi perdagangan, tetapi merupakan proses politik. Di WTO, yang dirundingkan adalah hak para perusahaan multinasional untuk mendapatkan akses pasar dan berbagai fasilitas lain. ---- Judul: WTO dan Penjajahan Kembali Dunia Ketiga Penulis: Hira Jhamtani Penyunting: Roem Topatimasang Penerbit: INSISTPress ISBN: 979-3457-43-0 Edisi: I, April 2005 Kolasi: 15 x 21 cm; viv+ 265 hlm.
Who reads WTO dan Penjajahan Kembali Dunia Ketiga?
It is typically read by self-directed learners exploring a subject in depth.
Common subject areas: history, science, philosophy, social sciences.
- Author
- Hira Jhamtani; Roem Topatimasang
- Publisher
- Insist Press
- Published
- 2005
- Language
- ID
- ISBN
- 9789793457437
- Category
- nonfiction
- Subjects
- Business
More by Hira Jhamtani; Roem Topatimasang
Browse all works by Hira Jhamtani; Roem Topatimasang
Similar books
- Factfulness: Sepuluh Alasan Kita Keliru tentang Dunia–dan Mengapa Segalanya Lebih Baik daripada yang Kita Kira — Hans Rosling, Ola Rosling dan Anna Rosling Ronnlund (2019)
- Dunia Ketiga: dari dan kemana? — Wim F. Wertheim (2007)
- Urbanisasi dan Kemiskinan di Dunia Ketiga — Alan Gilbert & Josef Gugler (1996)
- Islam, Otoritarianisme, dan Ketertinggalan: Perbandingan Lintas Zaman dan Kawasan di Dunia Muslim — Ahmet T. Kuru (2021)
- Hijrah Dunia Muslim Menuju Kebebasan: Kumpulan Review Buku Jalan Demokrasi dan Kebebasan untuk Dunia Muslim Karya Denny JA — Anick HT. (2020)
- Krisis Arab dan Masa Depan Dunia Islam — Ahmad Syafi'i Maarif (2018)