Opening book details…
Can I read Muslim Tanpa Masjid on EtoBox?
Muslim Tanpa Masjid by Kuntowijoyo is a work of fiction available to read on EtoBox.
What is Muslim Tanpa Masjid about?
Bagi mereka yang mempelajari ilmu-ilmu agama saja terutama masyarakat desa mungkin akan terkejut dengan gejala “modern” seperti hijab, jilbab, cadar, jenggot dan fenomena gaya ala muslim yang berkembang dan menjalar sebab yang dilihatnya selama ini memang masyarakat Islam tradisional yang lebih fokus ke ilmu daripada tampilan, pun sebaliknya masyarakat kota yang melihat Islam sudah dibumbui modern tentu akan melihat masyarakat desa sebagai orang kolot dan penuh qurafat. Dalam hal ini dua-duanya memandang dengan cara pandang sempit, kaku dan legalistik. Masalahnya mungkin karena kedua-duanya tidak melihat Islam secara strukturalisme transendental.Kesadaran tentang strukturalisme transendental akan berguna untuk menyadarkan kita tentang totalitas Islam dan perubahan-perubahan Islam ( sejarah, politik, wilayah, ekonomi dsb ) . Perluasan islam supaya unsur muamalah Islam lebih efektif Pak Kunto menawarkan enam kesadaran : Kesadaran tentang perubahan, kesadaran kolektif, kesadaran sejarah, kesadaran tentang fakta sejarah, kesadaran tentang manusia abstrak dan kesadaran tentang perlunya objektifikasi.
Who reads Muslim Tanpa Masjid?
It is typically read by readers looking for immersive, entertainment-first reading.
Common subject areas: fiction, literature, genre fiction.
- Author
- Kuntowijoyo
- Publisher
- Diva Press
- Published
- 1998
- Language
- ID
- Category
- work of fiction
More by Kuntowijoyo
Browse all works by Kuntowijoyo
Similar books
- Rindu Tanpa Akhir — Imam Ghazali (2005)
- Meredam Penyakit Asam Urat Tanpa Obat — Wolfgang Freund (2012)
- Pemulihan Jiwa 3: Bukan Aku Kalau Tak Bisa Sabar — Dedy Susanto (2013)
- Teori-teori Sosial Indonesia — Nasiwan and Yuyun Sri Wahyuni (2016)
- Ilmuwan-ilmuwan Muslim : Pelopor Hebat di Bidang Sains Modern — Ehsan Masood (2009)
- Your sin is not greater than God's mercy : optimis hadapi hidupmu, putus asa bukan dirimu — Nouman Ali Khan (2016)